Link

Senin, 26 Januari 2015

11 Jam di Sengen Site

Dear Dreamers!

Hari ini saya mulai mengerjakan proyek riset saya. Saya akan melakukan Luciferase Assay untuk menguji kemampuan pengikatan CpG dengan Nanopartikel. Huft... rasanya tegang juga sih, karena hari ini saya akan melakukan eksperimen seorang diri untuk project saya sendiri. Berbeda dengan kemarin yang masih ditemani Kohara-san dan mengerjakan project orang lain.

Saya membuka kembali catatan riset saya sebelum ke lab. Dr. Yamazaki lalu menghampiri saya. "Fahmi, hari ini kamu akan memulai transfection kan?" tanya beliau.

"Ya, saya akan mulai hari ini," jawab saya lalu tersenyum.

"Pekan lalu kamu melakukan eksperimen untuk tiga sampel, kan? Pekan ini, lakukan eksperimen untuk empat sampel. Akan ada satu sampel tambahan untuk CpG dengan konsentrasi berbeda," ujar Dr. Yamazaki.


"Okay, I will try," jawab saya sambil bersiap ke lab.

Sesampainya di lab, saya segera menyiapkan bahan riset. Masalah saya temui saat hendak menggunakan multipipet. Volume mulitipet tidak bisa turun hingga 100 mikroliter. Saya pun keluar lab untuk menanyakan Kohara-san sekaligus mengambih purified water, syringe filter, dan injector.

Kohara-san masuk ke lab mengikuti saya. "Ah, kamu mengambil combitips yang salah. Ini combitips untuk 25 mL, yang kamu perlukan cukup yang 5 mL," kata Kohara-san lalu mengambil satu combitips 5 mL.

"Ah, gomenasai," ujar saya lalu membungkuk.

"Daijoubu. Ya sudah saya keluar dulu membantu Yuko-san melakukan ELISA," kata Kohara-san lalu membuka pintu ruang kultur sel.

Saya melakukan tahap demi tahap dengan sangat hati-hati. Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 12.20. Shino-san muncul di sebelah saya. "Sorry, saya sudah mem-booking clean bench sejak pukul 12."

"Oh? Ah, maaf Shino-san, sebentar lagi saya selesai," ujar saya lalu segera membereskan tahap akhir transfection. Bergegas saya membereskan seluruh peralatan lab.

"Mohon maaf saya menggunakannya terlalu lama," ujar saya setelah membersihkan clean bench.

"Ah, tidak, tidak apa-apa. Terima kasih," kata Shino-san tersenyum.

Saat saya keluar lab, Kohara-san dan Yuko-san sudah di lab, bersiap melanjutkan ELISA.

"Fahmi-san, daijoubu?" tanya Kohara-san menatap saya.

"Aaah, saya mengerjakannya terlalu lama," jawab saya dengan wajah cemas. "But everything is okay," jawab saya sambil mengacungkan kedua ibu jari.

"Aaah, Yokatta (syukurlah)," kata Kohara-san.

"Mmm. Saya kembali ke kantor dulu ya," ujar saya lalu membereskan barang-barang.

Kafetaria telah sepi saat saya tiba. Tentu saja, karena saya tiba di saat jam makan siang telah usai.

Selepas makan siang, saya menuliskan laporan kegiatan hari ini.

***

Jarum jam telah menunjukkan pukul 18.00. Dr. Yamazaki menghampiri kubikel saya. "Do you have a time to talk with me?"

"Sure."

"Oke, ikut saya," kata Dr. Yamazaki mengajak saya ke kursi tamu. Beliau memeriksa catatan eksperimen saya pekan lalu. Ada beberapa poin dari pekerjaan saya yang dievaluasi. "Ada baiknya kamu menulis nama perusahaan dan nomor katalog produknya untuk setiap jenis bahan kimia serta reagen yang digunakan, karena beda perusahaan, bisa jadi komposisi untuk produk dengan jenis sama berbeda antar perusahaan," kata Dr. Yamazaki.

Beliau juga membantu saya menganalisa hasil eksperimen pekan lalu. "Jadi, hasil eksperimen ini sebenarnya masih belum terlalu bagus. Ikatan antara Nanopartikel dan CpG masih belum cukup tinggi. Bisa jadi karena kondisi partikel yang tidak tercampur dengan baik, atau kondisi selnya. Karena itu saya meminta kamu menambah satu jenis sampel lagi. Nanti hasilnya akan kita bandingkan," kata Dr. Yamazaki.

"Baiklah kalau begitu, terima kasih atas masukan dan saran Anda. Saya akan perbaiki beberapa catatan tadi saat ke lab besok," ujar saya di akhir diskusi.

"Oh iya, saya mau tanya sesuatu. Kamu sudah buat rencana untuk melihat salju?"

"Ah, itu. Ng... saya belum ada rencana untuk melihat salju. Sampai sekarang, saya baru membuat rencana ikut ke museum Doraemon bersama Dr. Atie dan keluarga beliau."

"Museum Doraemon? Wah, sepertinya seru. Apa Doraemon sangat terkenal di Indonesia?"

"Ya, sangat terkenal. Saya sudah menonton Doraemon sejak saya kecil, saat masih TK. Hingga sekarang, saya masih suka nonton Doraemon. Itu kartun yag sangat terkenal," jawab saya lalu tertawa kecil.

"Baiklah kalau begitu, sampai jumpa besok," kata Dr. Yamazaki.

Langit telah gelap saat saya keluar dari kantor. Saya melirik jam tangan, pukul 20.00. Haaah, 11 jam hari ini saya habiskan di kantor. Saatnya untuk beristirahat, karena eksperimen besok juga akan menguras energi. Semangat!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar